Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2009

MOTHERBOARD


Motherboard adalah salah satu komponen terpenting dalm PC. Apa yang menyebabkan ia menjadi bagian yang terpenting? Apa saja yang perlu diperhatikan dari sebuah motherboard? Dalam rubrik “Know-How” PC Media edisi 10 dan 11/2005 terdahulu, pembahasan sejenis juga telah dibahas. Mungkin sebagian dari Anda masih mengingatnya. Dan sekarang kami sajikan lagi, dengan beberapa update.

Pengertian Motherboard

Dalam komponen PC, motherboard juga sering disebut sebagai mainboard. Juga ada beberapa istilah lain untuk menyebutnya, seperti mobo atau singkatan MB. Tugasnya pada PC adalah sebagai komponen circuit board utama yang menghubungkan banyak komponen lain. Mulai dari CPU/processor, RAM, video card, harddisk, dan seterusnya.
Pada motherboard terdapat BIOS (Basic Input/Output System), yang akan di-loading
kali pertama sistem menyala. BIOS mendefi - nisikan komponen yang terhubung dengan
motherboard.

from http://scriptintermedia.com/view.php?id=603&jenis=ITKnowledge

HARD DISC SATA


SATA biasa digunakan untuk tipe harddisk, merupakan kepanjangan dari Serial Advanced Technology Attachment, sebuah device yang ada di motherboard computer. SATA biasanya menggunakan koneksi serial dengan kabel tipis, menggantikan seri parallel ATA (Advanced Technology Attachment) atau yang dikenal juga dengan nama PATA (Parallel Advanced technology Attachment).


Fungsi primer harddisk SATA adalah untuk melakukan transmisi data dalam mode serial. Harddisk SATA bertugas mentransfer data antara motherboard dan device lainnya yang menyediakan pemyimpanan, seperti harddisk, CD-ROM drive, dan komponen lainnya, termasuk RAM (Random Access Memory) dan CPU (Central Processing Unit) computer. SATA juga telah support dengan semua ATA dan ATAPI (Advanced Technology Attachment with Packet Interface).

Terdapat berbagai tipe Serial ATA, seperti SATA 3Gb/s atau SATA 2 atau SATA II, yang menyediakan transfer rate 3 gigabit per second, dan sekaligus menjadi nama komite SATA-IO (Serial ATA International Organization) yang mendefinisikan standard tipe SATA. Masih ada SATA 6Gb/s, SATA 1.5Gb/s atau SATA I, yang mampu menyediakan transfer rate 1.5gigabit per second. Sementara SATA 6Gb/s memiliki double maksimum kecepatan membaca dari SATA 300.

Sementara kabel SATA merupakan link serial atau single cable yang memiliki minimal empat kabel. SATA juga hadir dengan flat cable bila dibandingkan dengan PATA, dengan rangkaian kabel yang tebal. Kabel SATA bisa mencapai panjang 1 meter, sementara PATA hanya dapat diperpanjang hingga 40 cm.

Untuk PC (Personal Computer), SATA I dapat digunakan, namun jika untuk enterprise yang luas dan membutuhkan kecepatan transfer yang tinggi, maka dapat menggunakan SATA II atau SATA/600, karena lebih efisien dan handal. Selain itu, karena biasanya enterprise membutuhkan redundansi, efisiensi, dan kecepatan yang penting, sehingga sangat esensial jika menggunakan SATA. Port SATA II bisa terkoneksi oleh dua host connection dalam satu drive, ketika port yang satu tidak bisa digunakan, maka bisa menggunakan port lainnya.

Senin, 23 Februari 2009

MEDIA PENYIMPANAN DATA

Storage adalah media penyimpanan data yang digunakan untuk menyimpan data yang diolah oleh komputer.
Media penyimpanan data ini pun dibagi kedalam 3 jenis,yaitu:


1. Media Penyimpanan Sementara (Volatile Storage)

Media penyimpanan ini dapat menyimpan data selama masih ada aliran listrik dan data akan hilang bila tidak ada aliran listrik, oleh sebab itu disebut sebagai volatile. Media penyimpanan ini memiliki keunggulan pada bagian kecepatan aksesnya yang sangat tinggi karena menggunakan metode pengaksesan langsung. Namun media ini memiliki kekurangan, yaitu harga yang mahal dan ukurannya yang kecil. Contoh media penyimpanan ini adalah RAM (Random Access Memory), Cache Memory, dan Register Memory.

2. Media Penyimpanan Permanen (Non-Volatile Storage)

Media penyimpanan ini dapat menyimpan data walaupun tidak ada aliran listrik yang mengalir. Bila dibandingkan dengan volatile storage, Media penyimpanan jenis ini biasanya memiliki kapasitas yang jauh lebih besar. Selain itu, Harga per byte-nya jauh lebih murah dibanding volatile storage. Namun tetap saja memiliki kekurangan, yaitu kecepatan aksesnya sangat lambat dibanding volatile storage. Keunggulan-keunggulan yang ada harus dibayar dengan kecepatan aksesnya. Media jenis ini sebenarnya tidak 100% aman. Media jenis ini juga berpeluang untuk mengalami kerusakan yang menyebabkan data di dalamnya hilang. Contoh dari media jenis ini adalah tape dan disk.

3. Media Penyimpanan Stabil (Stable Storage)

Informasi yang ada dalam media ini dianggap tidak pernah hilang. Media ini merupakan media imajiner atau media yang tidak secara fisik ada. Media ini diimplementasikan dengan cara menyimpan data/informasi ke media penyimpanan permanen, kemudian dilakukan penggandaan di beberapa media penyimpanan permanen yang lain dan dikirimkan ke berbagai belahan dunia. Tujuannya adalah bila suatu waktu suatu lokasi mengalami kegagalan, misalnya oleh bencana alam, maka data yang berada di lokasi tersebut memiliki backup yang berada di lokasi lain.